de Wolfree Part 2

Saat para Vampire hendak menghisap darah Robert, ia tetap melawan dan Vampire tersebut melemparnya ke pohon disampingnya. Itu cukup untuk membuatnya pingsan, Vampire tersebut mulai mendekat dan akan menghisap darah Robbert. Erio melihat Robert yang tidak sadarkan diri, “ROBERT!!!” kata Erio sambil berlari mendatangi Robert. Di tangan kiri Erio terukir tanda ‘A’(Azul) yang berarti ia bisa berubah menjadi Lycan seperti pendahulunya. Elika dan Starla melihat Erio berubah menjadi Lycan, mereka baru sadar jika ada rahasia dibalik nama de Wolfree. Erio dengan wujud Lycannya memunuh semua Vampire yang mengikuti mereka. Setelah semua Vampire dibunuhnya, Lycan Erio langsung menjauh dari mereka bertiga. Sepertinya ia masih memiliki kesadaran akan tubuhnya. Meski begitu mereka berdua tidak bisa diam meratapi hal itu, “Starla, jaga Robbert sampai aku kembali. Aku akan mengejar Erio.” kata Elika.

“Itu tidak mungkin, jika kau terkena gigitannya kau juga akan menjadi Lycan untuk selamanya.” kata Starla. “Tapi kita tidak bisa membiarkan ini terjadi meski Erio sebenarnya adalah Lycan …kata Elika. “Kali ini kau benar-benar serius dengan apa yang katakan, bukan begitu?” tanya Starla, “Ya, untuk kali ini aku ingin benar-benar membantu kelompok ini.” Kata Elika. “Baiklah tapi cepat, Lycan hanya akan berubah jika ada sinar Bulan, saat Bulan tertutup Lycan akan kembali menjadi manusia lagi. Bersembunyilah dan berhati-hati.” Kata Starla memberi saran. “Terima kasih.” jawab Elika, lalu menyusul Erio. Meski mutahil mengejar Lycan, tapi Elika memaksakan diri untuk mengejar Erio. Beberapa saat kemudian Bulan pun tertutup oleh awan, Lycan Erio kembali ke wujud manusianya. Melihat itu Elika bergegas menyusul Erio, dan ia berhasil menyusulnya. “Elika? Tidak, kembalilah sebelum terlambat! Aku seorang Lycan.” kata Erio. “Tapi bagaimana denganmu? Kau tidak menyerang kami saat menjadi Lycan, Aku rasa kau masih bisa mengendalikan kekuatan tersebut.” jawab Elika. “Menjadi Lycan bukanlah sebuah anugrah, ini adalah kutukan jadi cepat pergi sebelum aku berubah lagi!” kata Erio melarang Elika. “Aku tidak akan meninggalkanmu, Kau masih punya kesempatan untuk kembali, kembali menjadi Erio yang Aku kenal!” Kata Elika yang tetap memaksakan diri.

            Bulan yang tertutup awan mulai bersinar lagi, Erio merasakan rasa sakit yang luar biasa karena efek perubahan fisiknya. “Elika ..! Cepat .. pergi dari sini ..!!” kata Erio yang dalam fase perubahan, Elika tidak tega melihat Erio merasa kesakitan seperti itu. Erio mulai kembali menjadi Lycan, Elika terlihat ketakutan karena ia tidak berfikir panjang jika ini akan terjadi. “Erio ..” kata Elika, namun Erio hanya menggeram seperti Lycan pada umumnya. Erio yang telah menjadi Lycan mulai mencoba menyerang Elika, dan ia hanya bisa menghindari serangan Erio karena tidak mau menyakiti Erio meski dalam wujud Lycan. Karena terlalu banyak bergerak tanpa memperhatikan area sekitar, Elika terjatuh dan perlahan-lahan Lycan Erio mendatanginya. “Erio ..” Elika mengatakan hal yang sama, dan Erio tetap tidak merespon. “Ini bukanah dirimu, Erio … Kau harus bisa melawannya sekuat tenagamu!” kata Elika, Erio semakin mendekat dan siap menyerang. “Kembalilah …” kata Elika sambil meneteskan air matanya, Lycan Erio mulai mengarahkan Cakarnya kepada Elika. “… Erio!” teriak Elika.

Sepertinya suara Elika dapat menyadarkan Erio lagi, Cakar Erio berhenti tepat didepan Elika. Lycna Erio mulai bertingkah aneh, Elika tidak tau harus berbuat apa lagi. Erio terlihat melawan sisi lain dirinya itu, dan perlahan-lahan Erio kembali ke wujud manusianya. “Erio!” kata Elika yang langsung memeluk Erio karena cemas, “Maaf membuatmu terlibat ini semua, Elika” kata Erio. “Tidak! Tidak apa-apa, Erio!” kata Elika yang tidak bisa menahan ari matanya mengalir, “Elika ..” kata Erio sambil membelai rambut Elika. “Kau tetap akan kembali, bukan?” tanya Elika, “Aku … entahlah, aku tidak tau. Pada kenyataannya aku seorang Lycan, penduduk desa mungkin akan langsung mengusirku atau bahkan membunuhku.” Kata Erio dengan tidak yakin. “Jangan berbicara seperti itu! Aku dan Starla akan merahasiakan ini semua, bahkan dari Robert sekali pun!” kata Elika yang tidak ingin Erio pergi, “Tetapi sama saja – ..! Mungkinkah ..?!” kata Erio. “Ada apa, Erio?” tanya Elika, “Kita harus segera kembali ke desa, ada hal yang harus aku lakukan.” Kata Erio. “Kau tetap akan kembali!” kata Elika, “Mungkin, tetapi semoga saja begitu.” Kata Erio. Setelah itu mereka pergi menemui Starla dan Robert.

Sepertinya kata-kata Elika berhasil meyakinkan Erio sehingga ia mau kembali dengan Robbert dan Starla. “Akhirnya sampai juga.” kata Starla. “Apa Robert masih belum sadar?” tanya Elika. “Belum, mungkin besok dia sudah sadar kembali.” Kata Starla. “Oh tidak, ini salahku. Aku membuat Robert menjadi seperti ini..” kata Erio dengan sedikit panik. “Tenanglah, bukan kau yang membuat Robbert pingsan. Vampire yang hendak menghisap darahnyalah yang membenturkan Robert ke pohon hingga ia pingsan.” Kata Starla. Erio sedikit merasa lega, “Starla, kau juga melihatnya juga kan? Aku mohon rahasiakan ini dari semua orang jika Erio adalah Lycan, termasuk kepada keluargamu dan juga Robbert.” Kata Elika. “Memangnya ada apa? Ini memang kenyataannya, cepat atau lambat semua orang pasti juga akan tau.kata Starla. “Erio adalah teman kita, jangan sampai identitas rahasianya itu memutuskan tali persahabatan kita.” Kata Elika, “Kau melakukannya untuk dirimu sendiri, bukan?” kata Starla. “A-apa maksudmu? Tentu saja tidak!” kata Elika, “Dari jawabanmu saja aku sudah tau.” Kata Starla.

 “Aku tidak  mengerti kalian ini membahas apa, tetapi kita harus segera kembali ke Markas Pusat.” Kata Erio, “Lalu apa yang akan kau katakana di sana nantinya?” tanya Starla. “Ya, aku terpaksa harus melepas Armorku untuk menjebak para Vampire karena kalian tidak mau.” Kata Erio, “Ya, itu luma – Apa?!” kata Starla tidak terima. “Benar bukan? Kita bisa bilang jika Robert sudah pingsan dan terpaksa aku menggunakan Armoku sebagai pangalihan untuk menjebak para Vampire. Lagi pula apa kalian mau melepas –” , “Tidak perlu dilanjutkan!” kata Starla langsung memukul Erio. “Kadang-kadang kau juga bisa menakutkan ..” kata Elika, “Jangan memancing kesabaranku!” kata Starla. “Haha! Maaf maaf, aku hanya menjelaskan alasanku saja ..” kata Erio, “Sudah aku bilang tidak perlu dilanjutkan!” kata Starla. “Baik baik, santai saja! Cepat, kita harus segera kembali ke Markas Pusat.” Kata Erio, lalu mereka segera kembali ke Markas Pusat.

Dan sesampainya mereka di Markas Pusat, “Diaman akal sehatmu! Pergi keluar malam-malam seperti ini hanya dengan celana saja!” kata penjaga di sana. “Aku sudah bilang bukan, jika kami mendapat panggilan tugas.” Kata Erio, “Tugas apa yang mewajibkan orang hanya menggunakan celana tanpa pakaian?!” kata penjaga tersebut. “Sudahlah, ceritanya panjang. Aku malas jika harus menceritakannya lagi untuk kesekian kali.” Kata Erio, “Kau ini ..!” kata penajaga tersebut. “Ada apa ini?!” tanya Albus, “Ah, paman. Bisa bantu aku untuk masuk? Orang ini benar-benar keras kepala.” Kata Erio. “Kau yang keras kepala!” kata penjaga tersebut dengan kesal, “Sudahlah, biarkan mereka masuk. Dan juga, apa yang terjadi dengan pakaianmu?” tanya Albus. “Tadi dalam perjalanan pulang kami diikuti oleh para Vampire, Robert pingsan karena pertarungan sebelumnya dan aku terpaksa menggunakan pakaianku sebagai pengalihan untuk menjebak para Vampire. Tidak mungkin bukan jika aku meminta para –” , “Tidak perlu dilanjutkan!” kata Starla memeotong pembicaraan.

“Begitu rupanya.” Kata Albus, “Kau ..! Kau adalah orang ditugaskan untuk memata-matai Istana Vampire?!” kata penjaga tersebut tidak percaya. “Ya, benar.” Jawab Erio, “Dan kau bisa kembali dengan selamat?!” kata penjaga tersebut. “Ya ampun, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Erio, “T-tidak, bukan apa-apa. Maaf sudah menghalangimu.” Kata penjaga tersebut mempersilahkan Erio dan teman-temannya masuk. “Permisi.” Kata Elika yang masuk bersama teman-temannya, “Y-ya silahkan.” Kata penjaga tersebut. “Aneh, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Erio, “Kau merupakan salah satu orang yang berhasil kembali dengan selamat setelah dari Istana Vampire, tidak banyak orang yang sepretimu.” Kata Albus. “Jadi orang sepertiku lebih disegani?” kata Erio sedikit menyombongkan diri, “Jangan senang terlebih dahulu, jika bukan karena kami yang memasang perangkap kau tidak akan ada di sini sekarang.” Kata Starla. “Hanya itu, kau tidak tau rasanya menjadi umpan bagi para Vampire.” Kata Erio, “Haha, sudahlah. Jika kalian bekerja sama, kalian akan lebih mudah menyelesaikan masalah.” Kata Albus. “Dengar itu, Erio.” Kata Elika, “Ya ya, aku tau.” Kata Erio. Lalu Erio membawa Robert ke tempat dimana para Ksatria dirawat karena cedera.

Setelah masalah Robert terselesaikan, Erio pulang bersama pamannya.  “Sampai jumpa besok, Erio.” Kata Elika, “Ya, sampai jumpa besok.” Jawab Erio. “Sudahlah, kau tidak perlu menahannya.” Kata Starla dalam perjalanan pulangnya bersama Elika, “A-apa maksudmu?” tanya Elika. “Aku rasa Erio sendiri tau jika kau suka padanya.” Kata Starla memanas-manasi suasana, “Jangan keras-keras! Kita masih belum jauh!” kata Elika sedikit malu. “Aku rasa kau sudah memiliki penggemar.” Kata Albus, “Entahlah.” Kata Erio. “Kau sendiri tau jika aku tidak akan langsung percaya dengan alasanmu itu, bukan begitu?” kata Albus, “Paman, apakah kau juga bisa berubah menjadi Lycan seperti kakek moyang kita Loupin de Wolfree?” tanya Erio. “Ada apa? Apakah kau telah berubah juga?” tanya Albus, “B-bagaimana paman bisa tau?” tanya Erio, “Semua anak laki-laki keturunan de Wolfree memiliki kemampuan tersebut, kau sendiri yang harus memutuskan menerimanya atau tidak.” Kata Albus. “Lalu apa hubungannya dengan ini?” tanya Erio sambil menunjukan telapak tangan kirinya yang bertanda ‘A’ , “ ‘A’ ?! Azul Wolf?!” kata Albus tidak percaya.

“Ada apa, paman?” tanya Erio, “Garis keturunan Azul Wolf sudah mulai langka, akhirnya sekarang garis keturunan tersebut berlanjut lagi!” kata Albus dengan senang. “Aku masih belum paham.” Kata Erio, “Garis keturunan Azul Wolf merupakan pemimpin keluarga ini dari generasi ke generasi, suatu saat nanti kau akan memimpin keluarga ini, Erio.” Kata Albus. “M-memimpin?! Yang benar saja!” kata Erio tidak percaya, “Sebagai anggota keluarga ini sekaligus pamanmu, aku akan mengajarimu cara menggunakan kekuatan ini.” Kata Albus. “Tunggu sebentar, jadi paman juga bisa berubah?” tanya Erio, “Ya benar, aku sudah memberitaumu bukan? Tetapi garis keturunanku adalah Glacial (karena telapak tangannya bertanda ‘G’).” jawab Albus. “Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Erio, “Sampai saatnya latihan dimulai kau dilarang untuk mengetahuinya.” Jawab Albus. “Apakah sedikit saja tidak boleh?” kata Erio memaksa pamannya, “Baiklah akan aku beritau sedikit.” Kata Albus. “Apa itu? Apa itu?” kata Erio semakin penasaran, “Sekali kau mulai, kau tidak bisa berhenti.” Kata Albus. “A-apa?” kata Erio masih tidak paham, “Kau harus menyelesaikan latihan ini jika kau ingin kehidupanmu seperti biasa tetap berlanjut.” Kata Albus. “Itu bukan petunjuk atau apa ..” kata Erio sedikit mengeluh, lalu mereka melanjutkan perjalanan pulang mereka.

Keesokan harinya, Erio tidak mengikuti pelatihan dan hanya meninggalkan pesan untuk mengurus hasil pengamatan mereka tadi malam. “Aku tidak percaya dia meninggalkan ini semua!” kata Robert dengan kesal, “Apakah ... Tidak mungkin ... !” kata Elika pada dirinya sendiri. “Ada apa denganmu?” tanya Starla, “Aneh, tidak seperti biasanya kau sangat panik seperti ini.” Kata Robert. Tetapi Elika tidak berani menjawab, “Apa yang terjadi semalam?” tanya Robert. Elika juga tidak berani menjawab, “Tadi malam ada penjaga yang melarang kami masuk karena Erio hanya menggunakan celananya saja karena –” . “Apa?! Apa saja yang ia lakukan?!” kata Robert
memotong pembicaraan, “Dengarkan dulu sampai selesai!” kata Starla. “Baiklah baiklah, lanjutkan.” Kata Robert mengalah, “Karena kau pingsan setelah dibenturkan oleh Vampire yang menyerangmu tadi malam Erio menggunakan Armornya untuk membuat pengalihan dan mulai menghabisi para Vampire.” Kata Starla. “Tetapi –” , “Ssstt! Aku terpaksa melakukannya!” kata Starla berbisik saat menutup mulut Elika dan berbisik kepadanya.

Starla terpaksa berbohong karena tidak mau membuat Elika lebih panik lagi karena pertanyaan Robert. “Apa?!” kata Robert masih tidak terima, “Ya ampun. Kau ini sebenarnya kenapa?!” tanya Starla. “Dia ..! Dia ...!” kata Robert, “Cepat selesaikan apa yang ingin kau katakan!” kata Starla. “Dia bisa menghabisi para Vampire itu tanpa Armor! Bagaimana bisa aku kalah dengannya!” kata Robert tidak terima, “Hhh ... kau ini ..!” kata Starla bernafas lega karena hanya itu yang Robert fikirkan. “Lalu apa ada yang tau kemana Erio pergi?” tanya Robert, “Kau menanyakannya kepada kami?!” kata Starla yang jelas tidak tau. “Siapa tau?” kata Robert, “Memangnya ada apa kau menanyakan hal itu?” tanya Elika. “Ada banyak hal yang harus Erio jelaskan kepadaku!” kata Robert.

“Memangnya apa hubungannya denganmu?” tanya Starla, “Tentu saja ada! Dia bisa mengalahkan banyak Vampire bahkan tanpa Armor sekalipun ..!” kata Robert semakin penasaran. “Jika kau ingin seperti itu, berlatihlah yang serius dan jaga selalu peralatanmu dengan baik!” kata Starla, “Memangnya kalian tidak ingin tau kemana Erio pergi?” tanya Robert. “Itu ..” kata Elika, “Kenapa juga kami harus ingin tau? Itu urusannya sendiri.” Kata Starla. “Kalian ini ...” kata Robert, “Sudahlah, akui saja jika Erio lebih baik darimu!” kata Starla. “Starla!” kata Elika, “Hm? Ada apa?” tanya Starla. “Kenapa kau juga!” kata Elika yang salah paham, “E-eh! Ini tidak seperti yang kau fikirkan ..!” kata Starla. “Hahaha, cinta segitiga ya!” kata Robert, “Kau ini bukannya membantu malah semakin memanaskan suasana!” kata Starla. “Jadi kau mulai tetarik pada Erio juga?” kata Robert semakin memanas-manasi suasana, “T-tidak mungkin!” kata Starla. “Sudah, akui saja jika kau juga suka pada Erio.” Kata Robert, “D-diam saja kau ..!” kata Starla. “Starla tidak boleh suka pada Erio!” kata Elika, “Sudah aku katakan jika aku tidak tertarik pada Erio ..!” kata Starla. Dan begitulah kehidupan teman-teman Erio saat ia tidak ada.

Beberapa minggu kemudian, Erio telah kembali dan mulai mengikuti pelatihan lagi. “Starla! Bukankah itu Erio?” tanya Elika, “Kau benar! Dia tidak terlalu banyak berubah.” Kata Starla. “Ayo kita menemuinya!” kata Elika langsung menghampiri Erio, “Tunggu!” kata Starla. Robert pun tidak mereka perhatikan, “Kemana mereka pergi – Erio?!” kata Robert tidak yang tidak percaya langsung menghampiri Erio juga. “Erio!” kata Elika dari jauh, “Hah? Sepertinya ada yang memanggilku?” kata Erio sambil melihat-lihat orang disekitarnya. “Erio!” kata Elika memanggilnya lagi, lalu Erio berlbalik karena mendengar ada yang memanggilnya lagi. “Oh, ternyata Elika ..” kata Erio, begitu Elika sampai ia langsung memeluk Erio karena sangat merindukannya. “..! Elika ..” kata Erio tidak tau harus berbicara apa, “Aku senang kau seudah kembali ... Erio.” Kata Elika. “Ya ampun, kau memintaku untuk menemui Erio hanya untuk melihatmu bermesraan dengannya?” kata Starla, “S-Starla! I-ini tidak seperti yang kau fikirkan! Elika, bisa lepaskan?” kata Erio sedikit malu. “Ternyata setelah kau pergi ..” kata Robert tidak mau melanjutkan, “R-Robert! Kau salah paham! Elika tolong lepaskan.” Kata Erio.

“M-maaf ...” kata Elika, “Jika kalian ingin bermesraan jangan di sini!” kata Robert. “Siapa yang bermesraan?!” kata Erio tidak terima, “Buktinya tepat didepan mataku dan bahkan ada saksi lain.” Kata Robert. “Memangnya apa urusannya denganmu?!” kata Erio, “Aku tidak perduli, kemana saja kau ini?!” kata Robert. “Ada apa? Kau juga rindu kepadaku?” kata Erio sedikit memancing emosi Robert, “Untuk apa aku rindu kepadamu?!” kata Robert. “Siapa tau kau juga?” kata Erio, “Kenyataannya dulu kau juga ingin tau kemana Erio pergi bukan?” kata Starla. 

“A-apa ..?! Yang benar saja!” kata Robert tidak mau mengakuinya, “Haha!” Erio tertawa melihat ekspresi Robert. “Kehidupanmu terasa tidak ada bedanya meski kau baru saja kembali.” Kata Starla, “Haha, siapa tau. Aku tidak.”  Kata Erio. “Bertanya sendiri jawab sendiri ..” kata Starla, “Setelah latihan hari ini, bisakah kami berbicara sebentar denganmu?” tanya Elika. “Baiklah, ada apa?” tanya Erio, “Nanti, Erio. Tidakkah kau mendengarnya?” kata Starla. “Ya ya, baiklah.” Kata Erio. “Ada apa ini? Masalah cinta segitiga lagi?” kata Robert memanas-manasi suasana. “A-apa maksudmu?!” kata Starla tersinggung, “Cinta segitiga? Siapa?” tanya Erio.

“Kau tau ..” kata Robert, “D-diamlah!” kata Starla sedikit malu. “Sudahlah, tidak perlu dengarkan apa yang dikatakan Robert.” Kata Elika membela diri dan juga Starla, “Aku tau, memangnya ada apa ini?” tanya Erio lagi. “Sebenarnya –” , “Sudahlah, ini hanya omong kosong Robert saja.” Kata Starla. “Kalian ini seperti menyembunyikan sesuatu dariku ..” kata Erio, “Tidak ada apa-apa, Erio. Apakah aku harus memelukmu lagi agar kau percaya?” kata Elika. “A-apa yang –! Tidakkah kau tau ini lingkungan umum?!” kata Erio, “Tentu saja aku tau.” Jawab Elika. “Lalu kenapa kau – harus – aaahh!! Terserah kau saja ..” kata Erio tidak tau harus berbicara apa, “Jangan melakukan hal-hal yang mencurigakan saat aku tidak ada, Erio.” Kata Robert. “Kau tidak ikut?” tanya Erio, “Aku tidak mau mengganggu saat-saat romantic kalian bertiga.” Kata Robert. “Dia saja kau!” kata Starla sambil menutup mulut Robert, “Iya iya, maaf! Lagi pula aku hanya bercanda ..!” kata Robert. “Bercandamu jelek.” Kata Starla, “Ada sesuatu yang harus aku lakukan, jangan berbuat yang macam-macam.” Kata Robert. “Ya! Aku tau itu!” kata Erio dengan yakin, “Aku pegang kata-katamu!” kata Robert. “Ya ya, terserah kau saja.” Kata Erio, lalu mereka melanjutkan aktifitas mereka di sana.

Setelah mereka menyelesaikan pelatihan hari ini, Erio, Elika, dan Starla membicarakan kemampuan Erio waktu itu. “Erio, bagaimana dengan kemampuanmu untuk beruba waktu itu?” tanya Starla, “Sepertinya kalian masih belum atau tidak bisa melupakan peristiwa itu.” Kata Erio. “Kami hanya ingin tau saja, Erio.” Kata Elika, “Tidakkah mengetahui rahasia orang lain itu sedikit tidak sopan?” kata Erio. “Apakah kami juga harus memberitau rahasia kami kepadamu?” kata Starla, Erio sedikit berfikir yang macam-macam. “Jika kalian ingin mengatakannya, aku tidak keberatan.” Kata Erio, “Kau ini seenaknya saja ..!” kata Starla. “Kalian sendiri yang ingin memberitau, kenapa harus aku larang?” kata Erio, “Baiklah kalau begitu, sebenarnya –” , “– Robert salah paham dengan cinta segitiga yang ia katakan tadi.” Kata Starla memotong pembicaraan. “Ya, Robert sudah salah paham dengan cinta segitiga yang tadi ia katakan.” Kata Elika menambahi, “Aku memang tidak percaya dengan apa yang ia katakan tadi, lalu siapa yang ia maksud?” tanya Erio. “Mana aku tau! Aku sedikit bingung dengan jalan fikirannya.” Kata Starla, “Sekarang bisakah kau memberitau kami tentang kemampuanmu itu?” tanya Elika.

“Baiklah kalau begitu.” Kata Erio, lalu mereka berdua bersiap-siap mendengar jawaban Erio. “Kalian sendiri tau jika selama beberapa minggu kemarin aku tidak mengikuti pelatihan karena aku belajar untuk menguasai kemamp – tidak, kutukan ini.” Kata Erio, “Haruskah kau memaksakan dirimu seperti itu?” tanya Elika. “Mau tidak mau aku harus melakukannya.” Kata Erio, “Jadi, hasilnya?” tanya Starla. “Untuk sekarang, aku sudah bisa mengendalikan kekuatan ini. Namun aku harus berlatih lebih keras agar dapat mengendalikan kekuatan ini secara penuh.” Kata Erio, “Apakah ada orang lain yang memiliki kemampuan ini?” tanya Starla. “Aku .. aku tidak bisa memberitaumu di sini, tidak aman jika mengatakannya sekarang.” Kata Erio, “Lalu, kapan dan dimana?” tanya Elika. “Aku rasa aku harus membawa kalian ke kediaman keluarga de Wolfree.” Kata Erio. “Boleh juga!” kata Starla dengan semangat, “Apa boleh?” tanya Elika. “Aku rasa begitu, akan aku jelaskan pada semua anggota keluarga jika perlu.” Kata Erio, lalu Erio mengajak mereka berdua ke kedeiaman keluarga de Wolfree.

Tunggu sebentar, kau fikir mereka siapa? Kata salah seorang anggota keluarga de Wolfree, “Biarkan mereka masuk, mereka ikut denganku.” kata Erio. “Apa ada yang salah, Erio?” tanya Elika, “Orang luar tidak boleh masuk kemari.” Kata orang tersebut, “Sudahlah ..! Biarkan mereka ikut bersamaku, mereka sudah mengetahui rahasia itu. Biarkan aku membawa mereka kepada keadilan.” kata Erio. “..! Kau ..!” kata orang tersebut dengan nada mengancam pada Elika dan Starla, “A-ada apa ini ..?” kata Elika sedikit takut. “Sudahlah, tidak apa-apa.” Kata Starla tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi, “Semoga nyawa kalian diampuni …” kata orang tersebut. “Itu urusan nanti.” Kata Erio, lalu mereka memasuki kediaman keluarga de Wolfree. “Aku tidak mengerti, apa maksud orang itu?” tanya Elika, “Ah, bukan apa-apa.” Kata Erio. “Tadi kau bilang akan membawa kami pada keadilan, apa maksudnnya?” tanya Starla, “Karena kalian telah mengetahui rahasiaku.” Kata Erio. “Dan kau akan mengadili kami ..?” kata Starla, “Aku hanya mengarang saja, tenanglah.” Kata Erio. “Kau ini .. jika urusan membohongi orang lain, kau seperti tidak terkalahkan ..!” kata Starla, “Seperti yang dikatakan Robert : ‘Penipu mau ditipu.’ .” kata Erio. “Aku baru tau jika kau ini penipu?” kata Starla, “Haha, itu hanya kiasan saja.” Kata Erio. “Hal seperti itu kau sebut kiasan ..” kata Starla, lalu Erio mengajak mereka menemui paman Erio Albus de Wolfree.

Siapa mereka, Erio?” tanya Albus,Tidak apa-apa, paman. Mereka teman-temanku.” jawab Erio. “Oh, aku ingat. Dia yang salah satunya sangat menggemarimu itu.” Kata Albus, “E-eh ..!
T-tidak juga …” kata Elika sedikit malu. “Dari reaksinya, pasti dia.” Kata Albus, “S-sudahlah, paman .. Jangan ikut campur dengan urusan orang lain ..” kata Erio. “Hahaha, baiklah baiklah silahkan duduk. Ada perlu apa kalian menemuiku?” tanya Albus, “Sebelumnya maaf, paman. Apakah keluarga ini menyembunyikan sesuatu dari penduduk desa?” tanya Starla. “Hm? Apa maksudmu?” tanya Albus, “Sebelum masuk kemari, Erio terpaksa membohongi penjaga di depan dengan alasan akan membawa kami kepada keadilan dan ia menjawab ‘Semoga nyawa kalian diampuni …’ .” kata Starla. “Erio, apakah mereka pernah melihatmu berubah?” kata Albus sedikit marah, “S-sejujurnya, paman. Mereka adalah yang pertama melihatku berubah, di saat kami dalam perjalanan pulang setelah memata-matai Istana Vampire.” Jawab Erio sedikit merasa takut.

“Aku rasa tidak ada pilihan lain selain memberitau kalian tentang sejarah keluarga ini.” Kata Albus, “Apakah harus?” tanya Starla. “Sudahlah, kalian ikuti saja apa kata pamanku.” Kata Erio, “Semua berawal dari seorang Vampire Jaeger yang membentuk keluarga ini, Loupin de Wolfree dengan nama asli Alexandro Loupin. Ia pernah mendapatkan tugas untuk menyerang Istana Vampire namun gagal dalam penyerangan. Ia dan kelompoknya mencoba mundur sebelum riwayat mereka berakhir. Loupin dan temannya Jack de Quency meminta adik perempuan Jack, Meria de Quency untuk pergi terlebih dahulu sementara mereka berdua mengurus para Vampire yang mengejar mereka. Namun Jack gugur di medan perang dan Loupin mendapatkan luka akibat serangan Vampire. Ia pergi sebisanya agar selamat, hingga ia mencapai Moonface Forest dimana ia bertemu dengan Azul Wolf.” Kata Albus. “Azul Wolf?! Tetapi binatang tersebut hanya legenda?!” kata Starla, “Namun kenyataannya Azul Wolf memang ada, tolong dengarkan ceritaku hingga akhir.” Kata Albus. “Maaf, paman. Silahkan lanjutkan.” Kata Starla.

“Azul Wolf mengalirkan darah untuk Loupin karena ia telah menilai Loupin pantas mendapat bantuannya. Namun Loupin harus menjalani hidupnya sebagai Lycan untuk selamanya karena hal tersebut. Dengan menahan rasa sakit yang luar biasa Loupin berubah menjadi Lycan dan menghabisi seluruh Vampire yang mengikutinya. Keesokan harinya ia kembali ke desa dan memberitau berita duka jika kakak Meria telah gugur. Loupin merasa bersalah karenanya, namun ia juga harus menghawatirkan dirinya yang telah memiliki kutukan tersebut. Ia berlatih seorang diri setiap malamnya, hingga waktu tidak terasa jika ia telah mengendalikan kekuatan tersebut sepenuhnya dalam tempo yang tidak sebentar. Beberapa bulan kemudian Loupin memberanikan diri untuk memberitau Meria yang meminta Loupin untuk menikahinya. Loupin tidak memiliki pilihan selain memberitau kebenaran yang sesungguhnya. Meria menerima Loupin apa adanya, tidak lama kemudian mereka menikah dan membuat keluarga baru bernama ‘de Wolfree’. Dan mereka diberi keturunan dimana hanya para laki-laki keturunan de Wolfree atau laki-laki yang memiliki hubungan darah dengan keluarga de Wolfree saja yang dapat berubah menjadi Lycan seperti Loupin. Setiap Lycan memiliki tanda khusus seperti tingkatan mereka. Tingkatan yang pertama adalah Azul sesuai nama serigala yang memberi Loupin kekuatan merupakan tingkatan teratas sebagai pemimpin keluarga yang sah. Tingkatan selanjutnya adalah Glacial, tingkatan selanjutnya dari Azul yang ditunjuk sebagai pemimpin keluarga jika keturunan Azul tidak ada. Dan yang terakhir adalah Lycorax, tingkatan terakhir yang akan ditunjuk sebagai pemimpin jika hanya ada tingkat Lycorax dalam keluarga. Ciri dari garis keturunan atau tingkatan Azul adalah telapak tangan kirinya bermotif ‘A’, jika Glacial bermotif ‘G’ , dan Lycorax memiliki motif ‘L’ pada tangan kirinya.” Kata Albus menyelesaikan ceritanya

            “Jadi masuk akal jika Erio bisa menjadi Lycan, pendahulunya saja bisa maka Tunggu sebentar apakah paman juga bisa menjadi Lycan?” tanya Elika. “Seperti yang aku ceritakan tadi, hanya laki-laki keturunan dari keluarga de Wolfree atau memiliki hubungan darah dengan keluarga de Wolfree yang bisa menjadi Lycan.” jawab Albus. “Jadi selama ini kalian bersembunyi di antara kami dan tidak seorang pun yang tau rahasia di balik nama tersebut?” kata Starla menyimpulkan. “Biasanya kami hanya mempercayakan rahasia ini dengan sesama keluarga saja, orang luar yang mengetahui hal ini ia tidak akan bertahan lama.” kata Albus. “Jadi semua orang yang mengetahui rahasia ini akan dibunuh ..?” tanya Erio. “Demi keluarga, Erio … Demi keluarga.” Kata Albus. “Anda tidak berfikir untuk membunuh kami kan, paman?” tanya Elika. “Tidak, jangan bunuh mereka paman. Aku tidak mau kehilangan teman, sudah buruk hampir kehilangan aku tidak mau itu benar-benar terjadi.” kata Erio memohon supaya mereka tidak di bunuh. Albus sedikit berfikir mengingat itu ucapan dari keluarganya sendiri.

            “Baiklah, aku memaafkan mereka.” Kata Albus, mereka bertiga merasa lega. “Tetapi jika masyarkat tau rahasia ini, mereka berdua yang akan pertama kali aku salahkan dan harus menerima hukuman dari seluruh anggota keluarga.” kata Albus. “Kenapa seluruh anggota keluarga? Hanya kau yang mengetahuinya.” kata Starla. “Karena membocorkan rahasia ini, sama dengan membocorkan rahasia seluruh anggota keluarga.” jawab Albus. “Anda tidak perlu khawatir, paman. Kami akan menutup rapat-rapat rahasia ini dari masyarakat.” Kata Elika, “Mereka selalu menepati kata mereka, paman. Aku yakin Elika dan Starla tidak akan memberitau siapa pun tentang rahasia ini.” Kata Erio menambahi. Hmm … baiklah. Sepertinya sudah saatnya benda peninggalan Loupin menemui tuannya yang baru.” kata Albus. “Apa maksudnya paman?” tanya Erio. “Ikuti aku.” jawab Albus, lalu mereka pergi ke ruang bawah tanah dan masuk ke ruang khusus de Wolfree dimana disimpan benda-benda peninggalan pendahulu mereka. “Dari sekian banyak benda peninggalan disini, ada satu yang sangat spesial dan hanya sang Azul yang dapat mendapatkannya.” kata Albus, “Dan benda seperti apa itu?” tanya Erio.

Albus lalu menunjukkan almari khusus yang terkunci oleh segel/tanda dari Azul, “Tempelkan telapak tangan kirimu Erio, segel Azul akan membuka almari ini.” kata Albus. “Baiklah.” Kata Erio lalu membuka sarung tangan kirinya dan menempelkan telapak tangan kirinya ke almari tersebut. Alamari tersebut mulai terbuka dan isinya adalah pedang dengan ukiran kepala srigala di ujung pegangannya. “Wolf Sword!” kata Albus dengan sedikit terkejut, “Ada apa dengan pedang tersebut paman?” tanya Erio. “Menurut cerita, pedang tersebut memiliki kekuatan Azul Wolf dan Loupinlah yang pertama kali menggunakannya.” jawab Albus. “Bukankah ini terlihat seperti pedang biasa?” kata Elika. “Hanya keturunan Azul yang mampu merasakan perbedaannya sekaligus menggunakannya, sekali Vampire tertebas pedang ini sama saja mendapat serangan dari Lycan.” jawab Albus. “Paman benar, ada yang aku rasakan dari pedang tersebut, seperti aura khusus.” kata Erio. “Itu karena pedang ini telah memilihmu untuk menjadi tuannya hingga keturunan Azul berikutnya dipilih oleh pedang ini.” kata Albus.

            Erio lalu mengambil Wof Sword, dan sesuatu terjadi. Begitu ia memegang Wolf Sword muncul aura srigala dari tubuh Erio, lalu terdengar lolongan srigala saat mata Erio bercahaya biru terang. Mereka yang menyaksikan hal tersbut begitu terpanah hingga tidak tau harus berkata apa. “Apa yang kau rasakan, Erio?” tanya Albus. “Aku merasa.. Aku merasa luar biasa!” jawab Erio. “Jika hanya kata ‘luar biasa’ kami tidak tau maksudnya apa.” kata Starla. “Erio lihat tangan kirimu!” kata Elika dengan sedikit terkejut. “Ada apa?” tanya Erio lalu melihat tangan kirinya, “Waahh!!” kata Erio terkejut melihat iba-tiba tangan kiri Erio menjadi cakar Lycan, “Sekarang apa yang tangan kirimu rasakan?” tanya Albus. “Ini hanya seperti tanganku yang biasa.” jawab Erio. Lalu Wolf Sword menghilang dari tangan Erio dan menjadikan tangan kanannya menjadi cakar Lycan seperti tangan kirinya. “Sepertinya Wolf Sword membantunya mengendalikan kekuatan Lycan.” kata Starla. “Untuk mengendalikan kekuatan Lycan perlu latihan yang tidak mudah dan sebentar, tidak semudah ini kekuatan Lycan bisa dikendalikan oleh sebuah pedang.” kata Albus sedikit menjelaskan. “Aku rasa seperti itu paman, lihat..” kedua tangan Erio kembali seperti semula dan Wolf Sword kembali ke tangannya. “Aku rasa kita harus ke perpustakaan untuk mencari jawaban misteri ini. Lalu mereka pergi ke parpustakaan de Wolfree dan mencari tau tentang Wolf Sword milik Loupin ini.

“Disini dijelaskan bahwa Wolf Sword adalah pedang Loupin yang ikut tercampur dengan darah Azul Wolf, sehingga terdapat ukiran kepala srigala di ujung pegangnanya.” kata Albus sambil membaca tulisan di salah satu buku di sana. “Itu menjelaskan jika Erio mempu mengendalikan kekutan Lycan lebih mudah menggunakan pedang tersebut.” kata Starla menyimpulkan. “Mungin juga begitu, jika memang pedang ini juga memiliki kekuatan Azul Wolf maka setiap tebasan pedang ini tidak akan membuat Vampire beregenerasi.” Kata Elika menambahkan. Tidak lama kemudian datang salah satu anggota keluarga de Wolfree, “Albus! Bangsa Vampire datang menyerang desa.” . “Apa?!” Albus sedikit terkejut. “Ini kesempatan untuk mencoba kekuatan pedang ini!” kata Erio. “Tidak! Aku mohon jangan!” kata Elika melarang Erio. “Memangnya kenapa?” tanya Erio. “Jika kau berubah, maka rahasia keluargamu akan terbongkar. Dan juga .. aku tidak ingin melihatmu yang seperti itu ..” jawab Elika. “Wolf Sword mampu mampu menggagalkan sistim regenerasi mereka bukan? Itu berarti Erio tidak harus menjadi Lycan untuk melawan mereka.” Kata Starla menambahi. “Baiklah, periapkan seluruh keluarga untuk berperang! Semuanya harus juga akan ikut membantu. Persiapkan diri kalian untuk perang yang sesungguhnya anak-anak.” kata Albus, “Bagaimana dengan Robert?” tanya Starla. “Ia pasti sudah bergabung melawan bangsa Vampire lebih dulu.” jawab Erio, Lalu mereka mulai mempersenjatai diri mereka dan bersiap untuk berperang.

Mungkin mereka dan keluarga de Wolfree akan sedikit terlambat ikut dalam medan perang. “Ini menyebalkan!” kata Robert ditengah-tengah pertarungan, “Sudahlah! Fokus pada musuhmu!” kata Ksatria Vampire Jaeger. Para Vampire menyerang desa karena tidak bisa menerima kenyataan jika daerah mereka telah diketahui oleh kelompok Erio dulu. Vampire yang menyerang mulai semakin banyak, “Ini tidak akan mudah ..!” kata Robert sedikit mengeluh karena pedangnya tidak akan tajam lagi setelah ini berakhir. Lalu Erio, Starla, Elika, dan para anggota keluarga de Wolfree sampai di medan perang. Erio dan yang lain mulai membantu melawan para Vampire, “Kemana saja kalian?” tanya Robert sambil melawan Vampire. “Kau tau, membaca buku.” jawab Starla. Bangsa Vampire tidak henti-hentinya mengirimkan pasukan, mereka bisa kalah jika seperti ini. “Paman, mereka semakin banyak, apa kita tidak harus melakukannya?” tanya Erio. “Untuk sementara kita hanya bisa mengandalkan pedangmu ini, kau harus menyerang tepat di dada mereka. Kami akan melanjutkan serangan jika tebasanmu belum membunuh mereka, jangan kecewakan kami.” jawab Albus.

            Dengan semangat dan percaya diri Erio menebas semua Vampire yang ia hadapai. “Bagus Erio!” kata salah satu Ksatria Vampire Jaeger, “Bagaimana … Bagaiman bisa kemampuannya semakin jauh denganku?!” kata Robert tidak mau menerima kenyataan. “Jangan hanya bicara disaat nyawamu menjadi taruhannya!” kata Erio, “Sudahlah, bagaimana pun juga ia tetap temanmu.” Kata Starla. Mereka menunjukan perlawanan yang tidak mudah kepada bangsa Vampire, namun jumlah Vampire terus bertambah dan mereka mulai sedikit kewalahan. “Albus, jika di bandingkan dengan satu Wolf Sword seperti ini kita bisa kalah.” kata salah satu anggota keluarga, “Ia benar paman, sepertinya kita harus mengambil resiko tersebut.” kata Erio menambahi. “Hhh … Sepertinya tidak ada pilihan lain. Katakan pada semua anggota keluarga, Erio.” kata Albus. Erio lalu pergi ke tempat yang lebih tinggi dan berteriak sambil mengangkat Wolf Swordnya “DE WOLFREE!!!”, “Apa yang dilakukannya?” tanya Robert, “Entahlah.” Kata Starla. Bulan pun memperlihatkan sinarnya yang tertutup awan, semua anggota keluarga mulai berubah menjadi Lycan

“Untuk inilah kutukan ini ada pada kita ..” kata Albus, “Ya, ayo kita akhiri semua ini untuk selamanya!” kata salah satu anggota keluarga. Dan mereka mulai menghabisi bangsa Vampire yang menyerang desa tanpa menyisakan satu Vampire yang masih hidup. Semua ksatria yang meilihat peristiwa tersebut sampai tidak bisa mengayunkan pedangnya kembali melihat perlawanan keluarga de Wolfree yang luar biasa. “I-ini …” para Ksatria tidak tau harus berkata apa, “Apakah .. apakah ini keluarga de Wolfree yang kita kenal ..?!” kata Robert tidak percaya. “Sejujurnya begitu, kami masih belum bisa memberitaumu kebenarannya hingga mereka akhirnya menunjukan diri mereka sendiri.” Kata Starla, “Erio …” kata Elika mengkhawatirkannya. Setelah bangsa Vampire yang menyerang desa di bunuh habis-habisan, mereka tau jika penduduk desa yang menjadi target penyerangan selanjutnya. Tetapi Erio berbicara dengan para Lycan menggunakan bahasa mereka untuk tidak menyerang penduduk. “Tenang, kami tidak akan menyerang kalian.” kata Erio, “Ini adalah keluarga de Wolfree yang sesungguhnya!kata salah satu penduduk desa.

Albus kembali kewujud manusianya dan berkata “Kami memang sengaja menyembunyikan ini semua dari kalian, sejak pertama kali keluarga ini di bentuk.” . “Mereka monster, dan kita memelihara mereka?!” kata penduduk desa, “Mungkin kami monster, tetapi kami yang melindungi kalian dari serangan Vampire!” kata Erio. “Para Kstaria Vampire Jaeger yang telah milindungi kami bukan kalian!” kata salah satu Ksatria Vampire Jaeger, “Loupin juga seorang Ksatria Vampire Jaeger, dan seorang Lycan.” jawab Albus. “Yang kami inginkan hanyalah hidup normal seperti kalian, tetapi  kutukan ini merupakan takdir kami yang tidak bisa kami ubah ..” kata Erio menambahi, “Sekarang Vampire telah kalian basmi, kalian sudah cukup melayani kami!” kata salah satu penduduk. “MELAYANI?!” kata Albus albus tidak terima dan para Lycan mulai menggeram, “Kami bukan pelayan kalian! Jika kami tidak memiliki hati kami sudah membunuh kalian lebih dulu jauh-jauh hari!” kata Albus. “Aku sudah tidak tahan dengan semua ini! Jika mereka menginginkan kita pergi, itu akan terkabulkan. Tetapi mereka akan menanggung sendiri resiko dari kepergian kita. Semuanya! Aku sebagai keturunan selanjutnya dari Azul Wolf telah memutuskan jika kita akan pergi meninggalkan orang-orang yang tidak bisa menerima keberadaan kita ini!” kata Erio.

            “Tidak Erio, jangan pergi.” kata Elika, “Kita berbeda, kita tidak bisa bersama-sama lagi.” jawab Erio. “Lalu bagaimana dengan semua teman-temanmu yang ada disini?” kata Elika dengan sedikit bersedih, “Yang aku rasakan dari di sini dulunya adalah kepercayaan dan kasih sayang. Tetapi sekarang sebagain besar kepercayaan dan kasih sayang tersebut telah menjadi kebencian. Selamat Tinggal Elika dan semua yang telah mengenal kami dengan baik. Dan terima kasih untuk semua moment yang telah kita alami bersama.” kata Erio. “Robbert  lakukan sesuatu.” kata Starla. “Ini diluat kemampuan kita untuk menahan kepergian mereka, maaf.” jawab Robbert. Memang tidak mudah bagi mereka bertiga merelakan sahabat mereka pergi, Elika sepertinya yang paling merasa sedih. Lalu Erio berubah menjadi Lycan dan pergi meninggalkan desa bersama para Lycan untuk selamanya. Perdamaian sedikit terasa setelah keluarga de Wolfree menghabisi bangsa Vampire di sana, para penduduk memulai kehidupan yang baru setelah kepergian keluarga de Wolfree. Dan dunia mengenal bangsa Lycan dengan nama yang berbeda. Nama yang diambil dari salah satu tokoh ternamanya, yaitu William Erio de Wolfree. Diambil dari nama tersebut William Erio de Wolfree menjadi ‘Werewolf’’.

~THE END~



Next :
de Wolfree 2 : Rise Of The Night’s Wing

Credits :

Written by : HarunAl Rosyid
Official FB : H-runio Ell Rosyido
Story by : Harun Al Rosyid
Official LS : K0uShinRYou
Certia ini hanya fantasi penulis, dan tidak bermaksud untuk merugikan pihak lain
Official Elsword : HiSEiN, K0uShinRYou

Comments