Dampak Polusi Terhadap Kesehatan dan Lingkungan


PENDAHULUAN

I.                  Latar belakang
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danausungailautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.


            Salah satu yang menyebabkan tercemarnya air adalah penggunaan deterjen.  Deterjen adalah pembersih sintetis yang terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi, yang terdiri dari bahan kimia yang dapat memberikan dampak negatif pada biota yang hidup di laut ataupun sungai. Salah satu biota yang merasakan dampak dari penggunaan deterjen tersebut adalah ikan. Banyak kasus yang kita dengar bahwa sering terjadi kematian ikan akibat pencemaran air yang di sebabkan oleh penggunaan deterjen oleh ulah manusia. Deterjen tersebut bisa membuat ikan-ikan yang ada pada perairan menjadi terganggu, pernafasan nya terganggu, bahkan bisa membuat ikan menjadi mabuk dan akhirnya berujung pada kematian.

II.               Tujuan :
11.     Membuktikan bahwa polusi mengganggu kehidupan organisme
22.     Menyebutkan konsentrasi larutan detergen minuman yang mempengaruhi kehidupan ikan


III.           Alat dan Bahan
Alat :
-         Toples bekas 6 buah
-         Stopwacth
-         Gelas Ukur
Bahan :
-         Larutan Detergen
-         Ikan kecil 12 ekor
IV.           Cara Kerja :
1.     Isilah kelima toples dengan masing-masing larutan detergen sebanyak  ¾ toples.
2.     Toples ke - 6 diisi air biasa tanpa larutan detergen.
3.     Beri tanda keenam toples tersebut dengan menuliskan besarnya konsentrasi larutan detergen.
4.     Masukkan 2 ekor ikan pada setiap toples.
5.     Amati ikan-ikan tersebut, catat perubahan tingkah laku ikan setiap 2 menit.
6.     Angkat ikan yang sudah mati.
7.     Tuliskan hasil pengamatan pada tabel berikut ini.
NO
Waktu (Menit)
Konsentrasi Larutan (ml)
60 ml
50 ml
40 ml
30 ml
20 ml
0 ml
1
2
S
S
S
S
S
S
2
4
S
S
S
S
S
S
3
6
L
L
L
L
S
S
4
8
L
L
L
L
L
S
5
10
L
L
L
L
L
S
6
12
L
L
L
L
L
S
7
14
L
L
L
L
L
S
8
16
L
L
L
L
L
S
9
18
L
L
L
L
L
S
10
20
L
L
L
L
L
S
11
22
M
L
L
L
L
S
12
23
M
M
L
L
M1
S
13
24
M
M
M
M
L1
S
14
30
M
M
M
M
L1
S
Keterangan : S = Segar  L = Lemas | M = Mati

Pepuyu
Ikan pepuyu, Anabas testudineus
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
A. testudineus
Anabas testudineus

Pertanyaan
11. Hitunglah rata-rata waktu ikan mengalami kematian , pada setiap konsentrasi (Jika ikan mati pada waktu yang tidak bersamaan) ?
22. Pada menit keberapa ikan mulai mati ?
33. Larutan konsentrasi berapa ikan yang paling cepat mati ?
44. Apakah ada ikan yang tidak mati hingga akhir percobaan ?
55. Mengapa ikan tersebut masih bertahan hidup ?
66. Apa kesimpulan dari kegiatan yang anda lakukan ?
Jawab :
11. - Semua Ikan mati pada menit ke-22 pada toples yang berisi 60 ml detergen
-         Semua Ikan mati pada menit ke-23 pada toples yang berisi 50 ml detergen
-         Satu ikan mati pada menit ke-23 pada toples yang berisi 20 ml detergen
-         Semua Ikan mati pada menit ke-24 pada toples yang berisi 40 ml detergen
-         Semua Ikan mati pada menit ke-24 pada toples yang berisi 30 ml detergen
-         Satu ikan lemas pada menit ke-20 pada toples yang berisi 20 ml detergen
-         Tidak ada ikan yang mati pada toples yang tidak memiliki detergen

22.     Ikan mulai mati pada menit ke 22 – 30
33.     Ikan paling cepat mati pada larutan konsentrasi ke 60 ml
44.     Ada, yaitu ikan yang berada pada toples yang tidak memiliki detergen. Ada pula satu ikan yang tidak mati pada toples yang memiliki 20 ml detergen.
55.     Karena, ikan tersebut tidak mendapat pengaruh detergen. Cepat lambatnya ikan mati yaitu tergantung pada banyaknya deterjen pada air. Semakin tinggi kosentrasi deterjen yang terlarut pada air, maka semakin cepat ikan mati. Kemungkinan salah satu ikan yang berada pada toples yang memiliki 20 ml detergen kurang sehat dan menyebabkan ikan tersebut mati lebih dulu dari ikan yang sehat,sedangkan salah satu ikan tersebut hanya lemas.
66.     Kesimpulan
Berdasarkan hasil pratikum yang saya lakukan, kesimpulan yang di dapat dari hasil pratikum tersebut adalah :
1.     Bahwa limbah polusi dapat merusak ekosistem air, tanah, tumbuhan maupun kesehatan dan lingkungan.
2.     Dari praktikum yang di lakukan ikan pada toples yang memiliki konsentrasi 60 ml larutan detergen yang paling cepat mati dan ikan pada toples yang memiliki konsentrasi 20 ml larutan detergen yang paling lambat mati
3.     Setelah air dicemari oleh deterjen ikan mati dalam berbagai fariasi antara lain dengan mata merah, perut buncit, mengeluarkan feses, overkulum berdarah dan lain-lain.
4.     Pengaruh deterjen bagi ikan adalah membuat ikan kekurangan oksigen, karena deterjen yang bercampur dengan air akan membuat kandungan oksigen dalam air menurun, keberadaan busa di permukaan air menjadi salah satu penyebab kontak udara dengan air terbatas sehingga menurunkan oksigen terlarut dengan demikian akan menyebabkan ikan kekurangan oksigen dan mati.

Saran

            Dari praktikum yang telah saya lakukan saya menyadari segala kekurangan dari lampiran pratikum ini seperti ikan yang digunakan kurang sehat, tempat yang kecil, air yang terlalu sedikit, alat ukur yang seadanya. Maka dari itu untuk kedepanya saya menyarankan agar praktikum selanjutnya menggunakan ikan yang lebih sedikit besar dan sehat, tempat yang digunakan besar agar ikan bebas berenang, dan alat ukur yang lengkap agar penelitian yang di lakukan akurat dan tidak harus menunggu untuk menggunakan alat ukur.

Comments