Kenapa Harus Kuliah?
Orang bilang kuliah, biar dapat gelar sarjana. Biar
dapat ilmu pengetahuan, biar dapat teman dan relasi. Ada juga yang bilang
kuliah untuk meraih cita-cita, ingin mahir dalam suatu bidang, ingin sukses,
ingin merubah hidup dan banyak lagi alasan lainnya.
Lantas buat apa aku kuliah? Kalau hanya duduk di kelas
mendengarkan dosen yang sedang mendongeng. Apa aku harus menjadi seperti dia?
Dengan baju dikancing semua dan memakai kacamata agar terlihat pintar. Atau
seperti mereka yang ngakunya kuliah tapi malah pacaran di pinggir jalan. Atau,
aku harus duduk seperti mereka yang ngakunya berorganisasi tapi, tidak tahan
birokrasi. Apa aku harus bernyanyi sepanjang hari agar terlihat bahagia. Apa
aku harus teriak-teriak seperti mereka yang katanya menyuarakan suara rakyat
tapi tidak pernah didengarkan.
Aku bingung, kenapa aku kuliah? Kalau pada
akhirnya aku harus diam di rumah dan mengurusi anak. Tapi,
apakah aku harus meratapi semua ini?
Tetapi ada satu hal yang aku sadari,
dengan kuliah aku dapat terus menambah bekal untuk hidup dimasa depan. Ijazah
ataupun gelar sarjana hanya sebagai modal dan bukan andalan untuk meraih
kesuksesan. Ketika seorang perempuan memang tak bisa terelakkan dari dapur dan
keluarga, aku sangat membenarkan hal tersebut. Tapi aku percaya bahwa anak yang
cerdas dan baik budi pekertinya datang dari didikan sang Ibunda. Maka dari itu
sebagai seorang perempuan, kuliah tidak hanya sebatas nilai yang tertulis
tetapi nilai yang tidak ternilai harganya.
"Janganlah kau anggap perempuan itu makhluk yang lemah."
"Janganlah kau anggap ibu sebagai pembantu dirumah."
Karena...
*Ketahuilah... seorang anak yang soleh... baik... memiliki budi pekerti
yang tinggi... berasal dari "Didikan Sang Ibunda." Ilmu bukanlah
suatu anugerah tertulis. Tapi ilmu merupakan rezeki Tuhan yang
membimbingmu ke masa depan.* (Helmy Isrofi).
Comments
Post a Comment
Terima Kasih telah berkunjung ke Blog saya, silahkan tinggalkan komentar anda dengan sopan.